Tata Cara Memandikan Jenazah Beserta Doa-doanya

By 1 jam lalu 5 menit membaca

Kematian pasti mendatangi setiap manusia tanpa terkecuali. Ajaran Islam mewajibkan umat Muslim untuk mengurus jenazah saudaranya dengan mulia dan penuh rasa hormat. Pengurusan jenazah meliputi memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan. Keempat amalan ini masuk dalam kategori fardhu kifayah, yakni ketika sebagian Muslim menunaikannya, tindakan tersebut langsung menggugurkan beban kewajiban seluruh umat.

Memandikan jenazah merupakan salah satu tahap pertama dalam pengurusan jenazah. Tujuannya adalah membersihkan jenazah dari kotoran dan najis serta menjaga kehormatan orang yang telah meninggal. Pengurus jenazah harus mempraktikkan tatacara ini secara berhati-hati, penuh kesantunan, dan senantiasa menutup rapat aurat jenazah.

Persiapan Memandikan Jenazah

Sebelum memandikan jenazah, siapkan beberapa perlengkapan, yaitu:

  1. Air bersih yang cukup.
  2. Tempat untuk memandikan jenazah yang tertutup.
  3. Sarung tangan.
  4. Kain atau penutup untuk menjaga aurat jenazah.
  5. Sabun atau bahan pembersih.
  6. Sampo jika diperlukan.
  7. Kain atau handuk bersih untuk mengeringkan tubuh.
  8. Air yang dapat dicampur dengan daun bidara atau kapur barus sesuai tuntunan yang digunakan.

Orang yang Memandikan Jenazah

Pemandi jenazah harus memahami seluruh urutan tata cara fikih, menunjukkan sifat terpercaya, dan aktif melindungi rahasia serta martabat jenazah.

Pada umumnya, kaum laki-laki memandikan jenazah laki-laki dan kaum perempuan memandikan jenazah perempuan. Dalam keadaan tertentu terdapat ketentuan khusus, misalnya antara suami dan istri.

Tata Cara Memandikan Jenazah

1. Menyiapkan dan Meletakkan Jenazah

Jenazah diletakkan di tempat yang telah disediakan. Tempat tersebut sebaiknya tertutup sehingga proses memandikan tidak terlihat oleh orang yang tidak berkepentingan.

2. Menutup Aurat

Petugas menutup tubuh jenazah menggunakan kain, serta memastikan kain tersebut senantiasa menutupi bagian aurat. Pengurus jenazah harus terus memelihara dan melindung area aurat almarhum/almarhumah selama menuntaskan tahap pemandian. Orang yang memandikan juga sebaiknya menggunakan sarung tangan.

3. Membersihkan Kotoran dan Najis

Petugas membersihkan dan menyucikan setiap najis yang melekat pada jasad terlebih dahulu. Pengurus jenazah menyuci lipatan dan rongga spesifik—termasuk mulut, hidung, telinga, ketiak, sela-sela jari, dan rambut—dengan penuh kehati-hatian.

4. Membaca Niat

Setelah menuntaskan seluruh persiapan, pemandi jenazah meniatkan proses pemandian ini di dalam hati semata-mata karena Allah SWT.

Contoh lafaz niat untuk jenazah laki-laki:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِهٰذَا الْمَيِّتِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla lihādzal-mayyiti lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Saya berniat memandikan jenazah ini karena Allah Ta’ala.”

Untuk jenazah perempuan, lafaz dapat disesuaikan menjadi:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِهٰذِهِ الْمَيِّتَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla lihādzihil-mayyitati lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Saya berniat memandikan jenazah perempuan ini karena Allah Ta’ala.”

Lafaz niat dapat berbeda dalam berbagai buku fikih. Yang terpenting adalah niat untuk melaksanakan kewajiban memandikan jenazah karena Allah.

5. Mewudhukan Jenazah

Setelah membersihkan seluruh kotoran, pemandi jenazah mewudukan jenazah sebagaimana tata cara wudu untuk shalat. Pemandi jenazah wajib menjalankan seluruh tahapan ini sembari terus melindungi aurat dan memelihara kehormatan jenazah . Kemenag juga mencantumkan wudu sebagai bagian dari tata cara memandikan jenazah.

Contoh niat wudu:

نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِهٰذَا الْمَيِّتِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul-wudhū’a lihādzal-mayyiti lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Saya berniat mewudhukan jenazah ini karena Allah Ta’ala.”

6. Membasuh Tubuh Jenazah

Petugas menyiramkan air bersih secara merata ke seluruh tubuh. Pemandi wajib mendahulukan bagian kanan tubuh daripada bagian kiri, mengusap kepala dan rambut secara hati-hati, serta membilas seluruh jasad sampai bersih.

Petugas dapat memakai sabun atau racikan bahan alami seperti daun bidara bersama air untuk membersihkan tubuh jenazah. Pada basuhan terakhir, sebagian panduan menggunakan kapur barus.

7. Memastikan Jenazah Bersih

Setelah membasuh seluruh tubuh jenazah, petugas wajib memeriksa ulang dan memastikan jasad bebas dari sisa kotoran atau najis. Jika masih ada, bersihkan dengan hati-hati sampai tubuh benar-benar bersih.

8. Mengeringkan Jenazah

Selesai memandikan jenazah, petugas mengeringkan seluruh tubuh almarhum/almarhumah menggunakan kain atau handuk bersih. Pengurus kemudian memindahkan jasad ke area yang telah mereka siapkan untuk mengawali tahap pengafanan.

Doa untuk Jenazah

Syariat tidak mewajibkan pemandi melafalkan doa khusus pada setiap tahapan memandikan jenazah. Pemandi wajib mengencangkan niat di dalam hati sebagai rukun ibadah, lalu memanjatkan doa secara bebas untuk memohonkan ampunan dan rahmat Allah SWT bagi almarhum/almarhumah.

Salah satu doa yang umum digunakan adalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Allāhummaghfir lahu warhamhu wa ‘āfihi wa‘fu ‘anhu.

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia.”

Untuk jenazah perempuan, لَهُ (lahu) dapat diganti menjadi لَهَا (lahā).

Doa yang lebih lengkap:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Allāhummaghfir lahu warhamhu wa ‘āfihi wa‘fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi‘ mudkhalahu, waghsilhu bil-mā’i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqihi minal-khathāyā kamā naqqaitats-tsaubal-abyadha minad-danasi, wa adkhilhul-jannata wa a‘idzhu min ‘adzābil-qabri wa ‘adzābin-nār.

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah tempatnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun, serta bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.”

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

Saat memandikan jenazah, pengurus wajib memperhatikan dan menerapkan beberapa kaidah krusial berikut:

  • Menjaga aurat jenazah.
  • Menjaga kehormatan dan martabat jenazah.
  • Melakukan proses dengan lembut dan hati-hati.
  • Menggunakan air yang bersih.
  • Tidak menceritakan atau menyebarkan aib dan keadaan tubuh jenazah.
  • Membersihkan seluruh tubuh dengan baik.
  • Orang yang memandikan harus dapat dipercaya.
  • Jika jenazah memiliki kondisi khusus, pihak keluarga sebaiknya menyerahkan seluruh proses pemandian kepada praktisi yang berpengalaman dalam pemulasaraan jenazah.

Kemenag menekankan pentingnya menjaga aurat, kebersihan, dan kehormatan jenazah selama proses pemandian.

Memandikan jenazah merupakan salah satu kewajiban dalam pengurusan jenazah seorang Muslim. Pengurus jenazah mempraktikkan tiap alur pemandian dengan menjunjung tinggi martabat jasad, menerapkan kecermatan penuh, dan mengagungkan sunah agama.

Secara ringkas, pemandi mengawali proses dengan menyiapkan lokasi dan perlengkapan, memosisikan jenazah, menutup aurat, serta membersihkan kotoran dan najis. Pemandi lantas melafalkan niat, mewudukan jenazah, membasuh seluruh tubuh, memastikan kebersihan jasad, lalu mengeringkannya. Usai menyerap sisa air, petugas langsung mengusung jenazah menuju area pengafanan.

Selain menjaga kebersihan jenazah, orang yang memandikan juga harus menjaga kehormatan dan rahasia jenazah. Umat Islam memanjatkan doa ini guna memohon ampunan, rahmat, serta perlindungan Allah SWT bagi jenazah.

BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Recent Posts

x
x
Tata Cara Memandikan Jenazah Beserta Doa-doanya
Menu
Cari
Bagikan
Lainnya
0%