Keutamaan dan Pentingnya Bersyukur kepada Allah

By 2 tahun lalu 3 menit membaca

Syukur memiliki arti mengapresiasi dan menggunakan dengan baik segala nikmat yang Allah telah berikan, dengan selalu taat kepada-Nya, mengikuti perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Bersyukur dapat diwujudkan melalui tiga cara, yaitu dengan hati, lisan, dan anggota tubuh. Bersyukur dengan hati berarti memiliki niat yang kuat untuk melakukan kebaikan kepada seluruh makhluk Allah. Bersyukur dengan lisan adalah mengungkapkan rasa syukur dengan memuji atas segala yang Allah berikan, dengan mengucapkan lafadz alhamdulillah. Sedangkan bersyukur dengan anggota tubuh adalah menggunakan nikmat yang diberikan Allah untuk selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

Syukur juga memiliki keutamaan-keutamaan, salah satunya adalah Allah akan menambah nikmat bagi mereka yang bersyukur. Allah Swt berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Surat Ibrahim, ayat 7)

Baca Juga: Hambatan Tersembunyi yang Menghalangi Rezeki Terungkap dalam Kitab Taklim Muataallim

 

Dari ayat di atas, dapat dipahami bahwa seseorang yang bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Allah, maka Allah akan menambahkan nikmat tersebut.

Menurut Imam al-Roziy dalam kitab tafsir al-Roziynya, beliau menyatakan bahwa penambahan nikmat yang dimaksud ketika disyukuri dapat berupa nikmat rohani dan nikmat jasmani.

Sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT, sudah sepatutnya kita selalu bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada kita, sebagai bentuk penghargaan kita kepada-Nya. Kita adalah hamba-Nya yang telah diberi nyawa untuk hidup, mata untuk melihat, kaki untuk berjalan, hidung untuk mencium bau yang baik maupun bau yang tidak sedap di sekitar kita, dan lain sebagainya. Kita harus mensyukuri karunia-karunia ini dengan menjauhkan anggota tubuh kita dari perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya, seperti mencuri dan sejenisnya, karena mencuri adalah perbuatan yang diharamkan oleh Allah.

Dalam ayat lain, Allah juga menyamakan orang yang bersyukur dengan orang yang berdzikir, hal ini menunjukkan bahwa mereka yang senantiasa bersyukur terhadap nikmat-nikmat yang Allah berikan memiliki kedudukan yang setara dengan mereka yang senantiasa mengingat-Nya. Seperti firman-Nya:

“فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ”

Artinya: Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian ingkar kepada-Ku.

Baca Juga: Panduan Praktis Shalat Tahajud: Niat, Jumlah Rakaat, Bacaan Surat, dan Doa yang Dianjurkan

 

Dalam ayat tersebut, Allah mengingatkan umat-Nya agar senantiasa mengingat-Nya dan bersyukur kepada-Nya. Allah menegaskan bahwa mereka yang mengingat-Nya dengan penuh kesadaran dan bersyukur terhadap segala nikmat-Nya, akan mendapatkan balasan yang setimpal. Allah menjadikan persamaan antara orang yang bersyukur dan orang yang berdzikir sebagai bentuk penghargaan terhadap amal perbuatan keduanya.

Dengan mengingat dan bersyukur kepada Allah, umat muslim diharapkan dapat memperoleh derajat yang tinggi di sisi-Nya. Keduanya merupakan wujud kepatuhan dan penghormatan terhadap perintah-Nya. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk senantiasa mengingat Allah dan bersyukur atas nikmat-Nya, sehingga dapat meraih kedekatan dengan-Nya dan memperoleh berkah dan keberuntungan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Recent Posts

x
x
Keutamaan dan Pentingnya Bersyukur kepada Allah
Menu
Cari
Bagikan
Lainnya
0%