Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin Selamat Hari Raya Idul Fitri. Semoga hari kemenangan ini membawa kehangatan dan kedamaian bagi seluruh insan di dunia. Selamat Hari Raya. Semoga Idul Fitri kita mendapat limpahan berkah oleh Allah. Mari kita rayakan dengan menebar cinta dan kebahagiaan kepada sesama. Eid Mubarak 2024! May this Eid be the best one yet for all of us. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Semoga Idul Fitri tahun ini menjadi yang terbaik bagi kita semua.

Artikel/Berita

HIKMAH

Panduan Lengkap: Tata Cara Qodho Sholat Fardhu yang tertinggal, serta dalil Hadist Nabi Muhmmad SAW

Admin TB

21 September 2023 05:42:18

278 Kali Dibaca

Berikut adalah tata cara pelaksanaan qodho sholat fardhu yang terlewat sesuai dengan ajaran syariah yang perlu diketahui oleh umat Islam.

Menyadari betapa pentingnya sholat fardhu dalam konteks ibadah, terutama karena nantinya di akhirat, sholat menjadi amal pertama yang akan dievaluasi.

Meskipun demikian, terkadang ada situasi di mana seseorang melewatkan waktu sholat. Namun, tidak perlu khawatir, ada kemungkinan untuk menggantinya melalui pelaksanaan qodho sholat.

Allah SWT memberikan keringanan kepada hamba-Nya yang melupakan sholat secara tidak sengaja atau mengalami kendala berat yang mencegah pelaksanaan sholat pada waktunya, sehingga mereka harus melakukan qodho sholat.

Baca Juga: Makna dan Kebesaran Di bulan Rabiul Awal: 6 Peristiwa Penting Didalamnya

 

Istilah "Mengqodho sholat" merujuk pada penggantian sholat yang terlewat dari waktu yang seharusnya. Ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi, karena sholat yang terlewat waktu tetap mempertahankan kewajibannya.

Seperti yang telah kita ketahui, Allah SWT selalu memberikan kemudahan kepada hamba-Nya dalam menjalankan ibadah. Setiap kebaikan kecil akan mendapatkan balasan berlipat ganda. Ini adalah salah satu rahmat Islam yang diberikan kepada seluruh alam semesta.

Jadi, bagaimana sebenarnya cara melakukan qodho sholat fardhu yang terlewat sesuai dengan tuntunan syariah yang harus diketahui oleh umat Islam? Dalam rangka memahami lebih lanjut, mari kita lihat penjelasan yang diberikan oleh berbagai sumber di bawah ini.

Baca Juga: Mengurai Kata-kata Al-Qur'an tentang Bencana Alam: Musibah atau Adzab Allah?

 

DALIL TENTANG QODHO SHOLAT FARDHU

Ada beberapa dalil tentang qodho sholat yang perlu diingat:

1. Segera Sholat saat Teringat

Dalam hadits yang dianggap sahih, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa jika seseorang tertidur atau lupa melaksanakan shalat, mereka harus segera melaksanakannya ketika mereka teringat atau terbangun.

Beliau Bersabda:

إِذَا نَامَ أَحَدُكُمْ عَنِ الصَّلَاةِ أَوْ نَسِيَهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا

Artinya: "Jika kalian tertidur atau terlupa dari suatu shalat maka hendaknya shalat jika telah teringat/terbangun." (HR. Abu Dawud)

 

2. Rasulullah Mengqodho 4 Sholat Fardhu

Sebagai contoh, pada peristiwa Perang Khandaq, yang terjadi pada tahun kelima hijriyah, Nabi Muhammad SAW terlambat melaksanakan 4 sholat fardhu karena situasi yang mendesak. Namun, setelah situasi mereda, beliau mengqodho sholat-sholat tersebut.

Hadistnya sebagai Berikut:

عَنْ نَاِفع عَنْ أَبِي عُبَيْدَة بنِ عَبْدِ الله قَالَ : قاَلَ عَبْدُ الله : إِنَّ الْمُشْرِكِينَ شَغَلُوا رَسُولَ اللَّهِ عَنْ أَرْبَعِ صَلَوَاتٍ يَوْمَ الْخَنْدَقِ حَتَّى ذَهَبَ مِنَ اللَّيْلِ مَا شَاءَ اللَّهُ فَأَمَرَ بِلاَلاً فَأَذَّنَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْعَصْرَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْعِشَاءَ.

Artinya: Dari Nafi’ dari Abi Ubaidah bin Abdillah, telah berkata Abdullah,

"Sesungguhnya orang-orang musyrik telah menyibukkan Rasulullah SAW sehingga tidak bisa mengerjakan empat shalat ketika perang Khandaq hingga malam hari telah sangat gelap.

"Kemudian beliau SAW memerintahkan Bilal untuk melantunkan adzan diteruskan iqamah. Maka Rasulullah SAW mengerjakan shalat Dzuhur."

"Kemudian iqamah lagi dan beliau mengerjakan shalat Ashar. Kemudian iqamah lagi dan beliau mengerjakan shalat Maghrib. Dan kemudian iqamah lagi dan beliau mengerjakan shalat Isya." (HR. At-Tirmizy dan AnNasa’i)

 

3. Nabi SAW Pernah Mengqodho Sholat Shubuh

Pada peristiwa di masa perang Khaibar, yang terjadi pada tahun ketujuh hijriyah, Rasulullah SAW, dalam usahanya untuk menjaga pentingnya sholat, berjalan bersama para sahabat pada suatu malam.

سِرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ لَوْ عَرَّسْتَ بِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَخَافُ أَنْ تَنَامُوا عَنْ الصَّلَاةِ قَالَ بِلَالٌ أَنَا أُوقِظُكُمْ فَاضْطَجَعُوا وَأَسْنَدَ بِلَالٌ ظَهْرَهُ إِلَى رَاحِلَتِهِ ، فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ فَنَامَ ، فَاسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ طَلَعَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَقَالَ يَا بِلَالُ أَيْنَ مَا قُلْتَ قَالَ مَا أُلْقِيَتْ عَلَيَّ نَوْمَةٌ مِثْلُهَا قَطُّ قَالَ إِنَّ اللَّهَ قَبَضَ أَرْوَاحَكُمْ حِينَ شَاءَ وَرَدَّهَا عَلَيْكُمْ حِينَ شَاءَ يَا بِلَالُ قُمْ فَأَذِّنْ بِالنَّاسِ بِالصَّلَاةِ فَتَوَضَّأَ فَلَمَّا ارْتَفَعَتْ الشَّمْسُ وَابْيَاضَّتْ قَامَ فَصَلَّى.

Artinya: " Kami berjalan bersama Nabi SAW pada suatu malam. Sebagian dari kami kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, jika Anda ingin beristirahat sebentar bersama kami?" Beliau menjawab, "Saya khawatir bahwa kalian akan tertidur dan melewatkan shalat." Bilal berkata, "Saya akan membangunkan kalian."

Maka kami semua berbaring, sementara Bilal bersandar pada tunggangannya. Namun, ternyata kantuk mengalahkannya dan akhirnya Bilal tertidur. Ketika Nabi SAW terbangun, matahari sudah terbit. Beliau kemudian berkata kepada Bilal, "Di mana janji yang telah kau ucapkan?" Bilal menjawab, "Saya belum pernah merasakan kantuk seberat ini sebelumnya." Beliau kemudian berkata,

"Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla memegang ruh-ruh kalian sesuai dengan kehendak-Nya dan mengembalikannya kepada kalian sesuai dengan kebijakan-Nya. Wahai Bilal, berdirilah dan umumkan shalat kepada orang-orang!" Kemudian, Nabi SAW berwudhu, dan ketika matahari naik dan sinarnya terang, beliau berdiri dan melaksanakan shalat." (HR. Al-Bukhari)

Baca Juga: Mengungkap Makna dan Amalan Tersembunyi di Balik Rebo Wekasan dalam Islam

 

HUKUM QODHO SHOLAT FARDHU

Dalam melanjutkan, penting untuk diingat bahwa berdasarkan penjelasan dari  Berbagai Sumber Kitab Salaf, mayoritas ulama, seperti yang dicatat oleh Imam Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid, menganggap bahwa meninggalkan sholat adalah suatu dosa. Bahkan, beberapa mazhab lain berpendapat bahwa meninggalkan sholat secara sengaja dapat membuat seseorang berstatus kafir.

Oleh karena itu, dalam situasi seperti saat seseorang pingsan, atau ketika seseorang yang tertidur terbangun, atau ketika seseorang yang lupa mengingatkan, sangat disarankan untuk segera melaksanakan sholat fardhu yang terlewat. Hal ini sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, yang bersabda:

أَمَا إِنَّهُ لَيْسَ فِيَّ النَّوْمِ تَفْرِيطٌ، إِنَّمَا التَّفْرِيطُ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلَاةَ حَتَّى يَجِيءَ وَقْتُ الصَّلَاةَ الْأُخْرَى، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلْيُصَلِّهَا حِينَ يَنْتَبِهُ لَهَا.

Artinya: " "Ketahuilah bahwa dalam tidur tidak ada kesalahan (taklif). Kesalahan hanya berlaku bagi mereka yang tidak melaksanakan shalat hingga tiba waktu shalat berikutnya. Jadi, bagi siapa yang melakukannya, maka hendaklah dia melaksanakan shalat saat dia menyadarinya." (HR. Muslim)

Pandangan yang disetujui oleh seluruh ulama, tanpa memandang alasan mengapa seseorang meninggalkan sholat fardhu, baik itu disengaja atau karena ada udzur yang sesuai dengan hukum syariat, adalah bahwa kewajiban untuk menggantinya tetap berlaku.

Baca Juga: Terungkap: Keajaiban Wudhu - Kunci Kesehatan, Kecantikan, dan Ketenangan

 

TATA CARA QODHO SHOLAT FARDHU

Cara melaksanakan sholat fardhu dengan niat mengqodho sebenarnya sama persis dengan pelaksanaan sholat yang ditinggalkan, baik dalam aspek sifat maupun tata caranya.

Sebagai contoh, jika seseorang melewatkan sholat Zuhur karena sedang dalam perjalanan, maka dia memiliki kewajiban untuk melaksanakan sholat Zuhur sebanyak empat rakaat seperti biasanya.

Jika seseorang tertidur hingga waktu Shubuh berakhir atau bahkan bermimpi bahwa dia telah melaksanakan Shubuh, kemudian saat dia terbangun dan menyadari bahwa dia sebenarnya belum melaksanakan Shubuh, maka dia harus segera melaksanakannya.

Baca Juga: Rahasia Keindahan Bahasa Al-Qur'an: Pesan Mendalam dari Allah

 

LAFADZ NIAT QODHO SHOLAT FARDU

Dalam hal niat mengqodho sholat fardhu, bacaan lafal niat sebenarnya dapat mengikuti bacaan niat sesuai dengan sholat fardhu yang terlewat. Kemudian, jika ada beberapa sholat yang tertinggal, setelah salam dari sholat yang pertama, seseorang dapat berdiri kembali untuk melaksanakan sholat berikutnya.

Contohnya, jika seseorang melewatkan sholat Ashar dan Maghrib, maka dia harus melaksanakan 4 rakaat sholat Ashar hingga salam, lalu melanjutkan niat dan melaksanakan 3 rakaat sholat Maghrib.

Berikut ini adalah niat qodho sholat lengkap dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:

1. Niat Mengqodho Sholat Subuh:

Arab:

أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى.

Latin:

Usholli Fardhaṣ-Ṣubḥi Rakʿataini Mustaqbilal-Qiblati Qoḍo'an Lillahi Ta'ālā.

Artinya:

"Aku berniat melaksanakan Sholat Subuh dua raka'at dengan menghadap Qiblat, sebagai qodho karena Allah Ta'ala."

 

2. Niat Mengqodho Sholat Zuhur:

Arab:

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى.

Latin:

Usholli Fardhaḍ-Ẓuhr 'Arbaʿa Rakaʿātin Mustaqbilal-Qiblati Qoḍo'an Lillahi Ta'ālā.

Artinya:

"Aku berniat melaksanakan Sholat Zuhur empat raka'at dengan menghadap Qiblat, sebagai qodho karena Allah Ta'ala."

 

3. Niat Mengqodho Sholat Ashar:

Arab:

أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ أَرْبَعَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى.

Latin:

Usholli Fardhāl-ʿAṣri 'Arbaʿa Rakaʿātin Mustaqbilal-Qiblati Qoḍo'an Lillahi Ta'ālā.

Artinya:

"Aku berniat melaksanakan Sholat Ashar empat raka'at dengan menghadap Qiblat, sebagai qodho karena Allah Ta'ala."

 

4. Niat Mengqodho Sholat Maghrib:

Arab:

أُصَلِّي فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى.

Latin:

Usholli Fardhal-Maghribi Thalātha Rakaʿātin Mustaqbilal-Qiblati Qoḍo'an Lillahi Ta'ālā.

Artinya:

"Aku berniat melaksanakan Sholat Maghrib tiga raka'at dengan menghadap Qiblat, sebagai qodho karena Allah Ta'ala."

 

5. Niat Mengqodho Sholat Isya:

Arab:

أُصَلِّي فَرْضَ العِشَاءِ أَرْبَعَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى.

Latin:

Usholli Fardhal-ʿIshā'i 'Arbaʿa Rakaʿātin Mustaqbilal-Qiblati Qoḍo'an Lillahi Ta'ālā.

Artinya:

"Aku berniat melaksanakan Sholat Isya empat raka'at dengan menghadap Qiblat, sebagai qodho karena Allah Ta'ala."

Baca Juga: Rahasia Elegansi dan Kehormatan: Berpakaian dengan 8 Adab dalam Islam

 

Wallahu A'lamu Bissowab. [DM]

Kirim Komentar

Komentar Facebook

Artikel Menarik Lainnya

Hosting Murah se Indonesia

Arsip Artikel

Statistik

Media Sosial

Facebook Twitter YouTube Instagram WhatsApp

Hosting Gratis

MHosting Gratis Rp.0

Komentar

Topani Sahara
03 April 2024 04:28:46
Semoga artikel ini bermanfaat, ... selengkapnya
Topani
28 Maret 2024 01:33:27
Semoga bermanfaat... selengkapnya
Naning
21 Maret 2024 09:55:45
Kenapa kok dana pip yg lain keluar ini punya anak saya... selengkapnya
Topani
08 Maret 2024 23:10:05
Makasih pak Dafris... selengkapnya
Dafris
08 Maret 2024 22:16:52
Sukses ya...... selengkapnya
Sokewih
08 Maret 2024 17:46:14
Kenapa bpnt saya tidak cair?... selengkapnya
Satria setiawan wijaya
06 Maret 2024 23:47:49
Bagaimana cara mndaftarkan ank saya dpet pip... selengkapnya
Risdiyana
02 Maret 2024 22:48:40
Mohon bantuannya ..utk bisa mendapatkan PIP..Anak saya... selengkapnya
Risdiyana
02 Maret 2024 22:47:46
Mohon bantuannya ..utk bisa mendapatkan PIP..Anak saya... selengkapnya
Risdiyana
02 Maret 2024 22:44:08
Bagaimana cara mendapatkan PIP..suami terkena PHK..... selengkapnya

Sinergi Program

Lapak Tenggulang Baru
OpenDesa
PCNU Musi Banyuasin
The Express
SMP Hidayatut Thullab

Statistik Pengunjung

Hari ini:1.203
Kemarin:6.008
Total Pengunjung:17.846
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:172.70.134.72
Browser:Tidak ditemukan