BMKG Prediksi Awal Musim Hujan Datang Lebih Lambat

By 1 jam lalu 3 menit membaca

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa awal musim hujan tahun 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat daripada periode normal. BMKG merilis prediksi perubahan musim ini pada 22 September 2026. Kondisi tersebut berkaitan dengan adanya fenomena El Nino yang sangat kuat dan pengaruh Indian Ocean Dipole (IOD).

Musim Hujan Diperkirakan Mundur

BMKG memprakirakan 529 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,08% wilayah Indonesia akan mengalami awal musim hujan yang mundur dari rata-rata klimatologisnya. Musim hujan tidak datang secara bersamaan di seluruh Indonesia sehingga setiap daerah dapat mengalami awal musim hujan pada waktu yang berbeda.

BMKG memperkirakan sebagian wilayah mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan wilayah lainnya baru menyongsong musim hujan pada Desember 2026. BMKG memperkirakan 185 ZOM mulai mengalami musim hujan pada November dan 266 ZOM pada Desember.

Penyebab Musim Hujan Datang Lebih Lambat

BMKG menyebut fenomena El Nino berintensitas sangat kuat sebagai salah satu pemicu utama pergeseran musim tersebut. Fenomena ini berkaitan dengan perubahan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik dan dapat memengaruhi pola hujan di Indonesia.

Selain El Nino, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keadaan iklim. Kombinasi kondisi tersebut dapat membuat periode kering di sejumlah wilayah Indonesia berlangsung lebih lama.

Siaran Pers Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan pemantauan anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 Samudra Pasifik pada akhir bulan Agustus 2026 sebesar +2,83 dengan nilai indeks ENSO periode Juli-Agustus-September (JAS) sebesar +2,63 yang mengindikasikan El Nino sangat kuat.
Siaran Pers Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan pemantauan anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 Samudra Pasifik pada akhir bulan Agustus 2026 sebesar +2,83 dengan nilai indeks ENSO periode Juli-Agustus-September (JAS) sebesar +2,63 yang mengindikasikan El Nino sangat kuat.

Dampak bagi Masyarakat

Musim hujan yang datang lebih lambat dapat membuat beberapa wilayah mengalami kondisi kering lebih lama. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya ketersediaan air dan meningkatkan kebutuhan masyarakat untuk menghemat air.

Kondisi kering juga dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, masyarakat perlu tetap berhati-hati dan tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran.

Di sisi lain, ketika musim hujan mulai datang, masyarakat juga perlu bersiap menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. BMKG mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Musim Hujan Tidak Selalu Berarti Hujan Lebih Sedikit

Kendati memprakirakan keterlambatan awal musim hujan, BMKG menegaskan bahwa intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah terdampak akan tetap mengisi kategori normal. Namun, BMKG memprakirakan durasi musim hujan di 482 ZOM atau sekitar 51,90% luas daratan Indonesia berlangsung lebih singkat daripada periode normal.

Karena itu, masyarakat tidak hanya perlu menunggu datangnya hujan, tetapi juga perlu mempersiapkan diri terhadap perubahan kondisi cuaca dan iklim.

Upaya yang Dapat Dilakukan

Untuk menghadapi musim kemarau yang lebih panjang, masyarakat dapat melakukan beberapa hal sederhana, seperti:

  1. Menghemat penggunaan air.
  2. Menyimpan air untuk kebutuhan penting.
  3. Tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.
  4. Menjaga lingkungan agar tidak mudah mengalami kekeringan.
  5. Mengikuti informasi cuaca dan iklim terbaru dari BMKG.
  6. Bersiap menghadapi kemungkinan banjir ketika musim hujan mulai datang.

BMKG mendorong pemerintah daerah memanfaatkannya informasi prediksi musim ini guna merancang persiapan dan mengambil langkah mitigasi lebih awal sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

BMKG memprediksi bahwa awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat daripada kondisi normal. Lembaga ini memprakirakan keterlambatan awal musim hujan tersebut melanda 529 ZOM atau sekitar 61,08% wilayah Indonesia.

Fenomena El Nino yang sangat kuat dan kondisi IOD menjadi beberapa faktor yang memengaruhi prediksi tersebut. Masyarakat perlu menjaga konsistensi penghematan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kekeringan maupun karhutla, seraya menyiagakan diri dari bahaya banjir dan longsor menyongsong musim hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Recent Posts

x
x
BMKG Prediksi Awal Musim Hujan Datang Lebih Lambat
Menu
Cari
Bagikan
Lainnya
0%