Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin Selamat Hari Raya Idul Fitri. Semoga hari kemenangan ini membawa kehangatan dan kedamaian bagi seluruh insan di dunia. Selamat Hari Raya. Semoga Idul Fitri kita mendapat limpahan berkah oleh Allah. Mari kita rayakan dengan menebar cinta dan kebahagiaan kepada sesama. Eid Mubarak 2024! May this Eid be the best one yet for all of us. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Semoga Idul Fitri tahun ini menjadi yang terbaik bagi kita semua.

Artikel/Berita

HIKMAH

Gunung Merapi Erupsi, Bacalah Doa Ini untuk Menghindar dari Ancaman Bencana

Admin TB

11 Desember 2023 13:01:56

433 Kali Dibaca

Tenggulangbaru.id - Warga di wilayah Kecamatan Dukun dan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menghadapi dampak serius dari abu vulkanik yang muncul akibat letusan Gunung Merapi pada Jumat (08/12/2023).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi, terutama di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, masih berada pada tingkat yang signifikan. BNPB memperingatkan bahwa situasi ini dapat mengakibatkan aliran lava dan awan panas terutama di bagian selatan-barat daya dan tenggara.

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menjelaskan pada hari Ahad (10/12/2023) bahwa Gunung Merapi masih mengalami erupsi efusif yang berpotensi menyebabkan aliran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya dan tenggara.

Sebelumnya, dilaporkan terjadi erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang menyebabkan melenyapkan jiwa. Pada saat kejadian, Gunung Marapi, yang pada waktu itu berstatus Level II atau waspada, tengah didaki oleh 75 orang.

 

BACAAN DOA AGAR SELAMAT DARI BENCANA

Dalam ajaran Islam, ketika menghadapi situasi berbahaya, manusia diajak untuk tidak hanya berusaha menyelamatkan diri secara lahiriah, melainkan juga untuk kembali kepada Jalan Allah SWT.

Doa, dalam esensinya, bukan hanya merupakan upaya spiritual untuk mencari perlindungan dari bahaya yang dihadapi, melainkan juga merupakan ungkapan ketundukan seseorang kepada Sang Penguasa Seluruh Ancaman.

Seseorang yang menghadapi bencana letusan gunung dihimbau untuk membaca doa perlindungan dari bahaya. Doa-doa ini diperoleh dari kitab Al-Adzkâr karya Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi. Pembagian tulisan ini terdiri dari dua bagian: (1) doa pencegahan atau permohonan perlindungan dari bahaya, dan (2) doa untuk mereka yang sudah atau sedang mengalami musibah.

 

  1. Doa Permohonan Perlindungan dari Bahaya

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وأعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وأعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأعُوذُ بِكَ أن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطانُ عِنْدَ المَوْتِ وأعُوذُ بِكَ أنْ أمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وأعُوذُ بِكَ أن أمُوتَ لَديغاً

Arab latin: "Allâhumma innî a‘ûdzubika minal hadmi wa a‘ûdzubika minat taraddî wa a‘ûdzubika minal gharaqi wal haraqi wal harami wa a‘ûdzubika an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal maut wa ‘aûdzubika an amûta fî sabîlika mudbiran wa a‘ûdzubika an amûta ladîghan"

Artinya: Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari bencana kehancuran, aku berlindung kepada-Mu dari kecelakaan, dan aku berlindung kepada-Mu dari bahaya tenggelam, terbakar, dan ketidakberdayaan. Aku juga berlindung kepada-Mu agar setan tidak mengacaukanku saat akan mati, berlindung agar aku mati dalam jalan-Mu dengan kepasrahan, dan berlindung agar aku mati karena disengat.(HR. Abu Daud)

 

Dalam kitab Al-Adzkâr, Imam Nawawi menggolongkan doa ini dalam bab "Doa-doa Penting yang Sunah Dibaca Kapan Saja." Dalam konteks bencana letusan gunung, doa tersebut diartikan sebagai permohonan untuk dijauhkan dari risiko longsoran material vulkanik, terhindar dari jatuh akibat getaran letusan, terlindungi dari bahaya terbakar oleh panas material letusan, memperoleh kekuatan fisik menghadapi kesulitan, dan sejenisnya. Yang paling esensial adalah permohonan kepada Allah agar tetap memiliki iman saat harus menghadapi musibah tersebut.

Doa lain yang dapat dibaca secara rutin setiap hari adalah:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأرْضِ وَلا في السَّماءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيم

Arab Latin " Bismillâhil ladzî lâ yadlurru ma‘asmihi syaiun fil ardli wa lâ fis samâ-I wa huwas samî‘ul alîm "

Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya, tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang dapat memberikan mudarat (bahaya). Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

Dalam Sunan Abu Dawud dan Tirmidzi, tercatat hadits ini dengan sanad yang bersumber dari Sayyidina Utsman bin 'Affan. Beliau menceritakan bahwa Rasulullah pernah menyampaikan: "Barang siapa membaca doa tersebut setiap pagi dan petang sebanyak tiga kali, maka ia akan terlindungi dari segala bahaya." Doa ini mengandung keyakinan kuat bahwa Allahlah yang sejati sebagai pelindung dari segala Bahaya.

 

  1. Doa untuk Mereka yang Tertimpa Musibah

Doa sebelumnya dapat dianggap sebagai bentuk antisipasi atau perlindungan. Namun, bagaimana dengan mereka yang sudah mengalami musibah akibat erupsi gunung (telah mengalami kerugian dan penderitaan)? Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa Rasulullah mengajarkan, ketika kita tertimpa musibah, kita dapat membaca doa berikut:

إنَّا للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْها

Arab Latin: " Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ. "

Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam cobaan yang menimpaku, dan gantilah dengan yang lebih baik.

 

Dalam hadits Shahih Muslim, disebutkan bahwa siapa pun yang membaca doa tersebut, pasti Allah akan memberikan pahala dalam musibahnya dan menggantikannya dengan yang lebih baik. (Referensi: Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Musibah, kendati mengambil wujud dalam satu bentuk, dapat diartikan dengan berbagai sudut pandang. Musibah dapat dianggap sebagai adzab atau peringatan, juga sebagai ujian atau cobaan. Memahami musibah dari perspektif pertama dianggap lebih utama, karena hal ini dapat memicu introspeksi (muhasabah).

Pendekatan ini mendorong manusia untuk merefleksikan diri, mengidentifikasi kekurangan-kekurangan mereka, dan kemudian berupaya untuk memperbaiki diri.

Redaksi doa terakhir ini menyiratkan makna hakikat kepemilikan yang sepenuhnya dikembalikan kepada Allah sebagai Pemilik Sejati. Juga, terkandung ajaran bahwa setiap musibah tidaklah sia-sia, bahkan dapat menjadi ladang pahala, asalkan si penerima musibah mampu menyikapinya dengan tepat. Doa tersebut juga mencerminkan optimisme, yang tercermin dalam harapan kepada Tuhan akan karunia pengganti yang lebih baik. Wallahu a'lam. [DM]

Kirim Komentar

Komentar Facebook

Hosting Murah se Indonesia

Statistik

Media Sosial

Facebook Twitter YouTube Instagram WhatsApp

Hosting Gratis

MHosting Gratis Rp.0

Komentar

Topani Sahara
03 April 2024 04:28:46
Semoga artikel ini bermanfaat, ... selengkapnya
Topani
28 Maret 2024 01:33:27
Semoga bermanfaat... selengkapnya
Naning
21 Maret 2024 09:55:45
Kenapa kok dana pip yg lain keluar ini punya anak saya... selengkapnya
Topani
08 Maret 2024 23:10:05
Makasih pak Dafris... selengkapnya
Dafris
08 Maret 2024 22:16:52
Sukses ya...... selengkapnya
Sokewih
08 Maret 2024 17:46:14
Kenapa bpnt saya tidak cair?... selengkapnya
Satria setiawan wijaya
06 Maret 2024 23:47:49
Bagaimana cara mndaftarkan ank saya dpet pip... selengkapnya
Risdiyana
02 Maret 2024 22:48:40
Mohon bantuannya ..utk bisa mendapatkan PIP..Anak saya... selengkapnya
Risdiyana
02 Maret 2024 22:47:46
Mohon bantuannya ..utk bisa mendapatkan PIP..Anak saya... selengkapnya
Risdiyana
02 Maret 2024 22:44:08
Bagaimana cara mendapatkan PIP..suami terkena PHK..... selengkapnya

Sinergi Program

Lapak Tenggulang Baru
OpenDesa
PCNU Musi Banyuasin
The Express
SMP Hidayatut Thullab

Statistik Pengunjung

Hari ini:4.197
Kemarin:7.129
Total Pengunjung:288.591.459
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:172.70.35.67
Browser:Tidak ditemukan