Mari kita saling bersinergi untuk mewujudkan pembangunan desa tercinta ini melalui semangat gotong royong dan kerjasama antar elemen masyarakat desa. -- selengkapnya... Selamat datang di website resmi Desa Tenggulang Baru -- selengkapnya... MUBA TANGGAP COVID-19 Hubungi Layanan MUBA TANGGAP COVID-19 112 119 08123000119, 08137356495 -- selengkapnya... Lebih bijak dalam menyikaapi pandemi Corona Virus COVID-19 dengan mengetahui mencari informasi yang benar melalui Media Informasi Resmi Terkini Covid-19 -- selengkapnya... Bersama-sama mari kita putuskan rantai penyebaran COVID-19 dengan melakukan hal-hal berikut : 1. Menjaga kebersihan area rumah dan fasilitas umum seperti Masjid, Musholla, Sekolah dan lain-lain. 2. Menyediakan sarana cuci tangan barupa air mengalir dan sabun atau hand sanitizer di depan rumah. 3. Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang seperti pengajian, pernikahan, tontonan atau hiburan massa dan hajatan atau kegiatan serupa lainnya. Bersama-sama mari kita putuskan rantai penyebaran COVID-19 dengan melakukan hal-hal berikut : 1. Menjaga kebersihan area rumah dan fasilitas umum seperti Masjid, Musholla, Sekolah dan lain-lain. 2. Menyediakan sarana cuci tangan barupa air mengalir dan sabun atau hand sanitizer di depan rumah. 3. Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang seperti pengajian, pernikahan, tontonan atau hiburan massa dan hajatan atau kegiatan serupa lainnya. 4. Menunda bepergian keluar desa ataupun perjalanan keluar daerah. 5. Mengurangi kontak langsung seperti berjabat tangan, jika dilakukan biasakan segera mencuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer. 6. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir /hand sanitizer dilakukan sebelum melakukan aktifitas dan setelah selesai aktifitas. 7. Terapkan etika batuk (tutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan atas bagian dalam). 8. Gunakan masker jika batuk / flu. 9. Melaporkan kepada perangkat desa atau petugas medis desa jika ada anggota keluarga yang baru datang dari luar daerah, terutama terhadap orang yang baru datang dari daerah terjangkit Covid-19, untuk pengecekan oleh petugas medis desa terlebih dahulu. DIRGAHAYU HUT KEMERDEKAAN RI KE 76

Artikel

ASAL USUL DATA PENERIMA BANTUAN PKH

06 Mei 2020 01:26:31  AdminTB  3.671 Kali Dibaca  Berita Desa

APA ITU PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH)

Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disebut PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.

Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 Pemerintah Indone­sia telah melaksanakan PKH. Program Perlindungan Sosial yang juga dikenal di dunia internasional dengan istilah Conditional Cash Transfers (CCT) ini terbukti cukup berhasil dalam menanggulangi kemiskinan yang dihadapi di negara-negara tersebut, terutama masalah kemiskinan kronis.

Sebagai sebuah program bantuan sosial bersyarat, PKH membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka. Manfaat PKH juga mulai didorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya sesuai dengan amanat konstitusi dan Nawacita Presiden RI.

Melalui PKH, KM didorong untuk memiliki akses dan memanfaatkan  pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi, perawatan, dan pendampingan, termasuk akses terhadap berbagai program perlindungan sosial lainnya yang merupakan program komplementer secara berkelanjutan. PKH diarahkan untuk menjadi episentrum dan center of excellence penanggulangan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial nasional.

Misi besar PKH untuk menurunkan kemiskinan semakin mengemuka mengingat jumlah penduduk miskin Indonesia sampai pada Maret tahun 2016 masih sebesar 10,86% dari total penduduk atau 28,01 juta jiwa (BPS, 2016). Pemerintah telah menetapkan target penurunan kemiskinan menjadi 7-8% pada tahun 2019, sebagaimana tertuang di dalam RPJMN 2015-2019. PKH diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan untuk menurunkan jumlah penduduk miskin, menurunkan kesenjangan (gini ratio) seraya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa PKH memberikan dampak terhadap perubahan konsumsi rumah tangga, seperti di beberapa negara pelaksana CCT lainnya. PKH berhasil meningkatkan konsumsi rumah tangga penerima manfaat di Indonesia sebesar 4,8%.

xcakupan_pkh.png.pagespeed.ic.MtpkshbTDN

Gambar 1. Cakupan PKH Tahun 2007 s.d. 2018

 

  • Pada PJP Tahun 2010 - 2014 terjadi peningkatan target beneficiaries dan alokasi budget PKH, melampaui baseline target perencanaan
  • Pelaksanaan PKH tahun 2016 sebanyak 6 juta keluarga miskin dengan anggaran sebesar Rp. 10 Triliun
  • Jumlah penerima PKH tahun 2017 sebanyak 6.228.810 keluarga dengan anggaran sebesar Rp. 11,5 Triliun
  • Jumlah penerima PKH tahun 2018 sebanyak 10.000.232 KPM dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 17,5 Triliun
  • Target penerima PKH tahun 2019 sebanyak 10 juta KPM dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 32,65 Triliun

KPM PKH harus terdaftar dan hadir pada fasilitas kesehatan dan pendidikan terdekat. Kewajiban KPM PKH di bidang kesehatan meliputi pemeriksaan kandungan bagi ibu hamil, pemberian asupan gizi dan imunisasi serta timbang badan anak balita dan anak prasekolah. Sedangkan kewajiban di bidang pendidikan adalah mendaftarkan dan memastikan kehadiran anggota keluarga PKH ke satuan pendidikan sesuai jenjang sekolah dasar dan menengah. Dan untuk komponen kesejahteraan sosial yaitu penyandang disabilitas dan lanjut usia mulai 60 tahun.

Bantuan sosial PKH pada tahun 2019 terbagi menjadi dua jenis yaitu Bantuan Tetap dan Bantuan Komponen yang diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:

A. Bantuan Tetap untuk Setiap Keluarga

  1. Reguler          : Rp.     550.000,- / keluarga / tahun
  2. PKH AKSES  : Rp. 1.000.000,- / keluarga / tahun

B. Bantuan Komponen untuk Setiap Jiwa dalam Keluarga PKH

  1. Ibu hamil                  : Rp. 2.400.000,-
  2. Anak usia dini          : Rp. 2.400.000,-
  3. SD                            : Rp.    900.000,-
  4. SMP                         : Rp. 1.500.000,-
  5. SMA                         : Rp. 2.000.000,-
  6. Disabilitas berat       : Rp. 2.400.000,-
  7. Lanjut usia               : Rp. 2.400.000,-

Bantuan komponen diberikan maksimal untuk 4 jiwa dalam satu keluarga

 

ASAL USUL DATA PENERIMA BANTUAN PKH.

BIAR TIDAK GAGAL PAHAM, INILAH ASAL USUL DATA PENERIMA BANTUAN PKH.
Seringkali Perangkat Desa ikut dipusingkan oleh pertanyaan masyarakat terkait alur ataupun asal-usul data penerima PKH (Progam Keluarga Harapan). Jawaban normatif tentunya tidak menyelesaikan masalah, hanya akan menyisakan rasa penasaran dibenak masyarakat. Untuk itu mari kita simak bersama penjelasan tentang asal usul data penerima PKH.

Dalam menjalankan Program Keluarga Harapan (PKH) ini, Pendamping PKH yang secara garis besar bertugas sebagai pelaksana program, mendapat data olahan dari pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti dan diverifikasi data, komponen dan syarat warga sebagai penerima PKH. Lalu apa saja syarat dan ketentuan penerima PKH?
Syarat penerima PKH harus mempunyai minimal 1 dari ketiga komponen yang ada di PKH. Komponen PKH adalah Pendidikan (SD, SMP dan SMA/Sederajat), Kesehatan (Ibu Hamil dan Balita 0-6 Tahun), Kessos (Keluarga yang mempunyai Lansia 70 tahun dan Disabilitas berat).


Untuk mencoret (menghilangkan) data penerima PKH yang dianggap sudah mampu/sejahtera tidak bisa dihilangkan secara sepihak harus melalui berberapa prosedur. Pertama dengan cara pendekatan persuasif agar mau mundur dari peserta PKH. Kedua, melalui Musyawarah Desa dengan cara bedah data penerima bantuan dan kemudian diberikan surat keterangan dari Desa kalau memang penerima bantuan sudah mampu/sejahtera.
Setelah kita mengetahui syarat dan ketentuan penerima PKH, selanjutnya kita membahas tentang asal usul data penerima PKH. Data tersebut tentunya tidak lepas dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan alur sebagai berikut :

  1. Pada Tahun 2005 dilaksanakan Pendataan Sosial Ekonomi (PSE) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) (Sensus kemiskinan pertama di Indonesia). Pendataan tersebut bertujuan untuk mendata : Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), Rumah Tangga Miskin (RTM) dan Rumah Tangga Hampir Miskin (RTHM). Data tersebut digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan PKH.
  2. Pada Tahun 2007 Pilot Projek PKH dimulai di 7 Provinsi.
  3. Pada Tahun 2008 dilaksanakan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS).
  4. Pada Tahun 2011 Data PPLS (Data 40% menengah kebawah) oleh BPS diserahkan kepada Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk dijadikan Basis Data Terpadu (BDT). BDT ini digunakan berbagai progran bantuan dan Program Perlindungan Sosial Tahun 2012-2014.
  5. Pada Tahun 2014 dimulai Bantuan PKH di Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah.
  6. Pada Tahun 2015 BDT hasil PPLS 2011 di mutakhirkan oleh BPS melalui Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) dan diserahkan ke Kemensos melalui Pusdatin Kessos.
  7. Pada Tahun 2016 pengelolaan data terpadu berada dibawah Kementrian Sosial melalui Pusdatin Kessos untuk tanggungjawab pemutakhiran data terpadu diserahkan kepada Daerah masing-masing.
  8. Pada Tahun 2017 dikembangkan Aplikasi SIKS-NG yang digunakan untuk mengelola Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu (DT PPFM & OTM) untuk program PKH, Rastra dan BPNT.
  9. Pada Tahun 2019 perubahan nomenklatur dari DT PPFM & OPM menjadi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data diperluas pengelolaannya bukan cuma saja data fakir miskin, tetapi juga meliputi Data Bansos, Data Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Data Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).
  10. Pada Tahun 2019 mulai diperkenalkan SIKS-NG dengan flatform android SIKS-Droid untuk memudahkan pendata melakukan verifikasi dan validasi data tanpa perlu mencetak prelist menggunakan kertas.


Demikianlah asal usul dan alur data Penerima PKH. Semoga informasi singkat ini bermanfaat. Dan untuk informasi lebih lengkapnya silahkan datang ke Kantor Sekretariat UPPKH Kabupaten/Kota Setempat.

 

 

Sumber : https://pkh.kemsos.go.id/


yudi aryanto
22 Juni 2021 01:14:35
gmna cara mendaftar pkh
Hernadi
08 April 2021 20:13:58
Aku jg bukan orang kaya hp aja bekas,knp org mampu perangkat desa anggota BPD yg punya gaji tetap di tempat saya dapat PKH ,sedangkan penerima BST dg muda nya di keluarin ,terimakasih
DESTIa loli
06 Januari 2021 12:07:49
Kok di tempat yg dpat bpnt dpat jga PKH. Pdahl sya jga kategori mendapat kan PKH. Tapi saya kok GG trdata
Kusirin
06 Januari 2021 02:25:30
Kami mau tanya setelah kami mendownload aplikasi DTKS nama2 disitu setelah kami baca ada nama yang dapet bantuan yaitu PKH dan BSP tapi nama itu kami tau sendiri gak pernah dapet apa apa tolong penjelasannya karna kami masyarakat tidak mengerri apa apa
Sampang Muda
18 Mei 2020 22:50:35
Sangat bermanfaat sekali artikelnya, terima kasih ataas infonya dan mudah-mudahan orang jadi paham dan tidak saling menyalahkan tentang penerima PKH ini.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Aparatur Desa

Back Next

Statistik Penduduk

Info Media Sosial

Safelinku

Arsip Artikel

06 Agustus 2019 | 76.076 Kali
TUPOKSI PERANGKAT DESA
26 Maret 2020 | 75.867 Kali
QnA : Pertanyaan dan Jawaban Terkait COVID-19 (Update 6 Maret 2020)
26 Agustus 2016 | 75.545 Kali
Sejarah Desa
26 Agustus 2016 | 75.506 Kali
Wilayah Desa
22 Maret 2020 | 75.481 Kali
MUBA TANGGAP COVID-19
06 November 2019 | 75.465 Kali
BPD
30 April 2014 | 75.460 Kali
Profil Potensi Desa
19 Juni 2019 | 1.772 Kali
Revolusi Mental dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa
26 Agustus 2016 | 75.506 Kali
Wilayah Desa
30 April 2014 | 795 Kali
LinMas
22 April 2014 | 739 Kali
Pengaduan
05 Januari 2020 | 1.605 Kali
Bupati Dodi Reza Alex serukan menjaga Kebersihan Lingkungan dan Waspada Penyakit Saat Musim Hujan
20 April 2014 | 723 Kali
Peraturan Kepala Desa
20 Juni 2019 | 793 Kali
APBDes 2018-2019

Wilayah Desa

Peta Desa

Agenda

Sinergi Program

OpenDesa

Komentar Terbaru

Lokasi Kantor Desa


Kantor Desa
Alamat : SP 5, Tenggulang Baru Kec. Babat Supat Kab. Musi Banyuasin Prov. Sumatera Selatan
Desa : Tenggulang Baru
Kecamatan : Babat Supat
Kabupaten : Musi Banyuasin
Kodepos : 30755
Telepon : 082278883352
Email : [email protected]

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:423
    Kemarin:939
    Total Pengunjung:371.980
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:172.70.34.201
    Browser:Tidak ditemukan

Tenggulang Baru on Youtube