Sepuluh Hewan yang Dijamin Masuk Surga: Fakta Menarik yang Perlu Diketahui

By 15 jam lalu 8 menit membaca

Dalam Kitab Hasyiyah Qishah al-Mi’raj, Syekh Ahmad ad-Dardiri menjelaskan bahwa ada sepuluh binatang yang suatu saat akan memasuki surga. Meskipun tidak dijelaskan secara detail satu per satu dalam kitab tersebut, berikut ini adalah ringkasan singkat berdasarkan apa yang dijelaskan dalam buku-buku sejarah dan kronologi.

Baca Juga: Manfaat Shalat dalam Kehidupan Sehari-hari

 

1. Buraq, Tunggangan Nabi saw.

Buraq merupakan hewan surga yang dipilih oleh malaikat Jibril sebagai tunggangan Nabi saw dalam perjalanan isra’ mi’raj. Barqun dipilih karena kerinduannya untuk berjumpa dengan Sang Nabi saw. Nama “Buraq” sendiri berasal dari kata “barqu” yang berarti ‘kilat’. Hal ini dikarenakan kecepatannya yang luar biasa seperti kilat, sehingga memperpendek waktu perjalanan Rasulullah saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha dalam satu malam.

Buraq adalah hewan yang menyerupai kuda, berbulu putih, memiliki sayap di kedua pahanya, memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari kuda. Kelebihannya adalah dapat berlari dengan cepat, kaki depannya dapat terangkat saat menuruni tanjakan, dan kaki belakangnya dapat terangkat saat menanjak. Hewan ini kelak akan kembali masuk surga, seperti yang disebutkan dalam hadis riwayat Abu Ya’la dari Ibnu Mas’ud.

Baca Juga: Shalat Berjamaah: Hukum, Syarat-syarat, dan Kriteria Menjadi Imam dan Makmum

 

2. Unta Nabi Shaleh

Allah memberikan mukjizat kepada Nabi Shaleh berupa unta betina yang keluar dari batu dan menghasilkan susu segar yang dinikmati oleh penduduk setempat. Namun, di antara kaum Tsamud terdapat orang-orang yang jahat dan kejam yang membunuh unta tersebut. Sebagai hukuman atas perbuatan kaum Tsamud tersebut, Allah menimpakan azab berupa hujan batu kepada mereka. Nabi Shaleh dan orang-orang beriman selamat, sementara kaum Tsamud binasa. Dikabarkan bahwa unta tersebut akan diizinkan oleh Allah untuk masuk surga.

Mujizat dan kenabian Nabi Saleh juga dicatat dalam Al-Quran, “Dan [Kami telah mengutus] kepada kaum Tsamud saudara mereka Saleh. Ia berkata, ‘Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun, [yang karenanya] kamu akan ditimpa siksaan yang pedih,'” (QS. Al-A’raf: 7)

Baca Juga: Tuntunan Salat Duha: Niat, Doa, Keutamaan, dan Keajaibannya

 

3. Anak Domba Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim adalah seorang yang mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan. Dia telah melakukan berbagai upaya bersama istrinya Sarah, namun Allah SWT belum memberikan anugerah tersebut.

Suatu hari, datanglah tiga tamu yang tidak dikenal ke rumahnya. Sebagai orang yang senang menyambut tamu dengan baik, Nabi Ibrahim tetap menghormati mereka dengan hidangan yang terdiri dari daging anak domba panggang. Sayangnya, ketiga tamu tersebut tidak mau menyentuh hidangan itu sama sekali.

Ternyata, ketiga tamu tersebut adalah malaikat yang diutus oleh Allah. Mereka datang membawa kabar bahwa Nabi Ibrahim dan istrinya akan segera memiliki seorang anak. Anak tersebut adalah Ishaq. Sebagai balasannya, anak domba yang disembelih diberikan pahala masuk surga. Kisah ini dapat ditemukan dalam surat adz-Dzariyat ayat 24-30.

Baca Juga: Doa Agar Hujan Berhenti Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

 

4. Kambing Gunung Nabi Ismail

Nabi Ibrahim pernah diuji oleh Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Ujian tersebut sangat berat mengingat Nabi Ibrahim telah menunggu lama untuk kedatangan Nabi Ismail. Namun, berkat kesungguhan dan ketaatan mereka kepada Allah, baik Nabi Ibrahim maupun Nabi Ismail, mereka rela mengikuti perintah-Nya.

Namun, pada saat yang genting ketika Nabi Ismail akan disembelih, Allah menggantinya dengan seekor kambing yang sehat dan gemuk. Malaikat dengan cepat menggantikan Nabi Ismail dan menyelamatkannya dari penyembelihan oleh ayahnya. Kisah dramatis ini terdapat dalam Al-Quran, khususnya dalam surah Ash-Shaffat ayat 102-107. Sejak saat itu, kita diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha.

Baca Juga: Kumpulan Doa Mustajab untuk Kedua Orang Tua

 

5. Hudhud Ratu Bilqis

Burung Hudhud adalah jenis burung pelatuk yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Quran Surat an-Naml ayat 20-40. Burung ini diberikan tugas oleh Nabi Sulaiman untuk mencari informasi dari wilayah musuh, termasuk dari negeri Saba’.

Setelah kembali dari perjalanan, burung Hudhud melaporkan kepada Nabi Sulaiman bahwa ia telah menemukan seorang perempuan yang sangat kaya, namun masih menyembah matahari. Allah memberikan kemampuan istimewa pada burung ini, seperti kekuatan fisik dan kemampuan jelajah yang luar biasa, sehingga ia dapat terbang jauh tanpa tersesat.

Awalnya, Nabi Sulaiman ragu dengan apa yang dilaporkan oleh burung tersebut. Oleh karena itu, ia mengirim kembali burung Hudhud untuk membawa seruan dakwah kepada Ratu Bilqis di negeri Saba’. Setelah tiba di sana, Hudhud diperintahkan untuk mengamati respons Ratu Saba’. Setelah menerima surat dari Nabi Sulaiman, Ratu Bilqis segera mengumpulkan para pembesar kerajaan untuk membahas tindakan yang harus diambil sebagai tanggapan atas surat tersebut.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengirim utusan dengan membawa hadiah kepada Raja Sulaiman di Yerusalem. Burung Hudhud terbukti benar dalam menunjukkan keberadaan Kerajaan Saba’ yang tidak diketahui oleh Sulaiman. Berkat jasanya, burung Hudhud dijamin masuk surga oleh Allah.

Baca Juga: Anjuran Ziarah Kubur dan Doa yang Dibaca Rasulullah SAW

 

6. Semut Nabi Sulaiman

Hewan berikutnya yang dijamin masuk surga adalah semut-semut yang berinteraksi dengan Nabi Sulaiman. Kisah ini dimulai saat Nabi Sulaiman dan pasukannya melakukan perjalanan ke sebuah daerah. Di tengah perjalanan, mereka melewati sebuah lembah yang dihuni oleh semut-semut.

Melihat kedatangan Nabi Sulaiman, raja semut langsung memerintahkan rakyatnya untuk masuk ke sarang mereka. Tujuannya adalah agar mereka tidak terinjak oleh pasukan Nabi Sulaiman. Mendengar instruksi raja semut kepada rakyatnya, Nabi Sulaiman memerintahkan pasukannya untuk berhenti dan memberikan kesempatan bagi kawanan semut untuk masuk ke sarang mereka.

Setelah kawanan semut masuk ke sarang, Nabi Sulaiman berkomunikasi dengan raja semut. Dari percakapan mereka, terungkap bahwa tujuan raja semut sebenarnya adalah agar semut-semut tidak terpukau oleh keagungan pasukan Nabi Sulaiman, sehingga mereka tidak melupakan kekuasaan Allah.

Baca Juga: Tata Cara dan Niat Shalat Gerhana Matahari

 

7. Anjing Pengawal Ashabul Kahfi

Kisah anjing yang menjadi pengawal Ashabul Kahfi ini berhubungan dengan kisah sekelompok pemuda yang tertidur di dalam gua dan terbangun setelah tiga abad berlalu. Bayangkan, mereka tertidur di dalam gua selama 309 tahun. Mereka awalnya masuk ke gua tersebut untuk melarikan diri dari kekejaman Raja Decyanus, seorang pemimpin yang ingkar. Setelah memasuki gua, tujuh pemuda Ashabul Kahfi beserta anjing pengawal mereka dibuat tidur oleh Allah selama berabad-abad.

Setelah terbangun dari tidur panjang mereka, mereka berhasil melarikan diri dari pengejaran Raja Decyanus dan hidup di zaman yang lebih baik daripada sebelumnya. Kisah ini dicatat dalam Al-Quran dalam surat Al-Kahfi ayat 9-22.

Baca Juga: 99 Asmaul Husna Lengkap Arab dan Latin Beserta Artinya

 

8. Ikan Penyelamat Nabi Yunus

Dikisahkan bahwa saat Nabi Yunus sedang menjalankan dakwahnya, dia mengalami penolakan yang keras dari kaum Ninawa. Mereka menolaknya karena Nabi Yunus merupakan seorang pendatang. Akhirnya, Nabi Yunus merasa putus asa dan naik ke kapal yang penuh dengan muatan.

Di tengah perjalanan, badai besar menghantam kapal yang dia tumpangi. Muatan kapal satu per satu dibuang ke laut, termasuk orang-orang yang ada di dalamnya. Melalui undian, nama Yunus terpilih dan dia dipaksa untuk melompat ke laut. Setelah melompat, Nabi Yunus langsung ditelan oleh seekor ikan raksasa. Dia tinggal di dalam perut ikan selama 40 hari. Selama itu, dia terus berdoa dan memohon ampun kepada Allah, merasa bersalah karena meninggalkan kaumnya begitu saja.

Setelah keluar dari perut ikan tersebut, Nabi Yunus kembali ke kaumnya dan melanjutkan dakwahnya. Dia kaget melihat bahwa orang-orang Ninawa telah beriman kepada Allah. Ternyata, setelah Nabi Yunus pergi dan badai besar melanda kaum Ninawa, mereka baru menyadari kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Yunus. Pada saat yang sama, Allah menyelamatkan Nabi Yunus dari badai besar dan memerintahkan ikan untuk menelannya dan kemudian mengeluarkannya dengan selamat.

Baca Juga: Mimpi Basah saat Puasa, Apakah Membatalkan Puasa?

 

9. Sapi Betina Bani Israil

Pada zaman Bani Israil, ada seorang pria kaya yang tewas dibunuh oleh seseorang yang tidak dikenal. Masyarakat terkejut dan ingin mengetahui siapa pembunuhnya. Mereka kemudian mendatangi Nabi Musa untuk meminta petunjuk. Nabi Musa memohon pertolongan kepada Allah dan menerima perintah untuk menyembelih sapi betina dengan beberapa ciri khusus. Sapi tersebut tidak boleh terlalu tua atau terlalu muda, harus memiliki kulit yang bersih, dan tidak pernah digunakan untuk membajak sawah. Akhirnya, sapi dengan karakteristik yang dimaksud ditemukan. Setelah sapi disembelih, Nabi Musa menggunakan dagingnya untuk memukulkan kepada mayat pria yang telah dibunuh.

Tak terduga, mayat itu benar-benar hidup kembali dari kematian. Nabi Musa bertanya kepadanya, “Siapa yang membunuhmu?” Mayat itu menjawab bahwa pembunuhnya adalah kerabatnya sendiri. Sebagai ganjaran atas kejadian tersebut, sapi tersebut dijamin masuk surga.

Baca Juga: Doa Niat Zakat Fitrah Lengkap, untuk Diri Sendiri, Keluarga dan Orang yang Diwakilkan

 

10. Keledai Ajaib Nabi Uzair

Dalam perjalanan menunggang keledai, Nabi Uzair berhenti di sebuah desa yang hancur karena perang. Tulang-tulang manusia berserakan di sekitarnya. Nabi Uzair dalam hatinya bertanya-tanya, “Bagaimana Allah dapat menghidupkan tubuh-tubuh yang hancur ini?” Allah menjawab pertanyaannya dengan cara yang menakjubkan. Nabi Uzair ditidurkan di bawah sebuah pohon desa selama 100 tahun. Tubuhnya dan keledainya hancur dan bergabung dengan tanah.

Ketika Nabi Uzair terbangun, tubuhnya kembali utuh. Pada saat yang sama, dia juga menyaksikan keajaiban Allah dalam membangkitkan keledainya yang telah hancur menjadi tulang bahkan tanah. Melalui tindakan ajaib ini, keledai tersebut dijamin masuk surga sebagai penghargaan atas bukti kekuasaan Allah yang luar biasa.[DM]

 

Referensi: Tarikh ath-Thabari, [Beirut: Darut Turats], 1387 H, volume I, halaman 490; juga bisa dilihat: al-Muntazhim fi Tarikh al-Muluk.


Agar anda tidak ketinggalan informasi terbaru di Tenggulangbaru.id, anda bisa join di Channel WA Tenggulangbaru.id dengan KLIK DI SINI. Selain itu Anda dapat menyimak update berita lainnya di tenggulangbaru.id dengan mengakses Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Recent Posts

x
x
Sepuluh Hewan yang Dijamin Masuk Surga: Fakta Menarik yang Perlu Diketahui
Menu
Cari
Bagikan
Lainnya
0%